The Finest Tree

The Finest Tree yang sering juga disingkat dengan TFT adalah duo yang terdiri dari kakak-beradik Cakka Nuraga dan Elang Nuraga. The Finest Tree diproduseri oleh Erros Candra dan dibentuk pada tanggal 20 Maret 2012. Pada bulan Desember 2012, mereka meluncurkan album perdana bertajuk Hijau The Finest Tree yang memuat lima buah lagu dengan singel utama berjudul “Lupa Bawa Nyali”. Salah satu lagu dari album tersebut, “Melebur Beda”, merupakan soundtrack utama film Cinta Tapi Beda.
 
Pertemuan pertama antara Cakka dengan Eross Candra terjadi di tahun 2007 ketika Cakka masih kelas 4 SD ketika sama-sama terlibat dalam sebuah project iklan (pepsodent). Saat itu Eross sudah menaruh perhatian pada bakat bermusik Cakka yang di atas rata-rata anak seumurannya. Setahun kemudian, Eross kembali bertemu dengan Cakka dalam ajang Idola Cilik 2. Sejak itu, Eross mulai mengamati perkembangan skill bermusik Cakka. Menurut Eross, untuk ukuran seorang anak kecil yang tidak mengikuti pendidikan musik formal, skill bermusik Cakka memang luar biasa. Dari Cakka, Eross mulai mengenal Elang, kakak Cakka. Selain hobi main gitar, Elang juga memiliki selera bermusik yang tidak lazim di usianya. Melihat kedua bakat luar biasa ini, Eross tertarik untuk turun tangan memproduseri mereka.
 
Nama The Finest Tree menyiratkan makna tentang pohon terbaik. Sama seperti namanya The Finest Tree, harapannya karya-karya Cakka dan Elang mampu meneduhkan bagi lingkungan sekitar dan mampu dikenang untuk jangka waktu yang lama dan bisa menjadi duo yang terbaik dari akar yang baik untuk meramaikan blantika musik dengan karya-karya terbaiknya.
 
Tahun 2012, Cakka dan Elang merilis mini album berjudul Hijau The Finest Tree. Album ini berisi lima lagu, tiga diantaranya adalah lagu baru. Singel andalan yang dipilih adalah Lupa Bawa Nyali  yang diciptakan oleh Eross.
 

Dalam hal mewujudkan The Finest Tree Eross sangat mendukung dalam kemajuan bermusik Cakka dan Elang. Cakka yang merupakan penggemar berat John Mayer juga mendapat dukungan dari Eross Candra dengan meminjamkan kepada Cakka DVD konser John Mayer sebagai sumber inspirasi.
Di usianya yang sangat muda, Cakka dan Elang juga mampu menciptakan sebuah lagu berjudul Sampai Waktunya Datang. Lahirnya mini album ini diharapkan bisa mewarnai musik Indonesia dan dapat memberi kesegaran bagi musik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s